Uray Budi Setiawan
Nama saya Uray Budi Setiawan. Menulis bagi saya bukan sekadar menyusun kalimat, melainkan upaya mendengarkan suara terdalam yang sering terabaikan. Di setiap kata, ada niat untuk jujur pada diri sendiri, dan di setiap halaman ada harapan agar tulisan dapat menjadi cermin, bukan sekadar bacaan.
Buku pertama saya yang terbit melalui Akar Pena Publisher berjudul “Ceritakan Kepadaku Apa Masalahmu”. Buku ini lahir dari kegelisahan yang dipeluk dengan kesabaran. Ia tidak ditulis untuk menggurui, melainkan untuk menemani. Dalam proses penerbitannya, saya merasakan Akar Pena bekerja dengan kehati-hatian dan ketulusan. Naskah tidak diperlakukan sebagai barang, tetapi sebagai amanah. Setiap perbaikan terasa seperti upaya merapikan niat, agar kata-kata tidak melukai, tetapi menenangkan. Kualitas penerbitannya terjaga, bukan hanya pada bentuk, tetapi juga pada ruh yang ingin disampaikan.
Buku kedua saya, “Guru yang Tetap Menjadi Murid”, saat ini masih dalam proses penerbitan. Namun justru dalam proses itulah saya banyak belajar. Akar Pena tidak menempatkan penulis di atas meja tinggi, melainkan mengajak duduk bersama, menimbang, dan memperbaiki dengan rendah hati. Saya diingatkan bahwa semakin seseorang merasa telah sampai, justru di situlah ia harus kembali belajar. Menjadi guru bukan berarti berhenti mencari, dan menjadi penulis bukan berarti selesai berbenah.
Saya bersyukur dipertemukan dengan Akar Pena Publisher. Di tengah dunia yang sering tergesa ingin selesai, mereka memilih berjalan pelan agar tidak kehilangan makna. Semoga Akar Pena terus menjadi ruang bagi kata-kata yang lahir dari keheningan, dan menjadi jalan bagi tulisan-tulisan yang mampu menyentuh hati, bukan hanya memenuhi rak.
Terima kasih, Akar Pena.
Atas kesabaran, kepercayaan, dan kesediaan menemani proses tumbuh seorang penulis.
— Uray Budi Setiawan
- Male
- 1

