Terbit Gratis
-
(0)By : Makshom Naqsyaband
Air yang Jernih
Rp70.000Buku ini mengajak pembaca untuk tidak membaca dengan kepala, tapi dengan dada yang telah dibiarkan kosong. Karena dalam beningnya mimpi, kita justru melihat lebih jelas. Dan siapa pun yang menyentuh air jernih ini, tak akan keluar dengan wajah yang sama.
Sebuah mimpi bisa lebih terang dari seribu siang. Dan dalam diamnya Gus Jakfar, langit pun belajar untuk bicara.
-
(0)By : Uray Budi Setiawan
Ceritakan Kepada-Ku, Apa Masalahmu
Rp85.000“Ceritakan Kepada-Ku Apa Masalah-mu” karya Uray Budi Setiawan adalah sebuah buku refleksi dan curahan jiwa, yang mengajak Anda menulis, merenung, dan berdialog dengan Allah melalui kejujuran hati. Setiap halamannya memberi ruang bagi Anda untuk menuangkan perasaan terdalam — kesedihan, kegelisahan, penyesalan, dan rasa syukur yang mungkin tak pernah terucap.
-
(0)By : Desy Sera
Cronika Soluna: Awal Ramalan
Rp65.000Tara, Sinichi, Angellicca, dan Davin tidak tahu bahwa mereka adalah pewaris dari empat garis kuno Matahari, Bulan, Darah Dewi, dan Bayangan Serigala. Ramalan tua menyebut mereka sebagai Cahaya Terakhir: kekuatan yang bisa membuka kembali Gerbang Aether menuju Elyndra, dunia tempat siang dan malam bersatu, dan semua klan berasal.
-
(0)By : Uray Budi Setiawan
Guru yang Tetap Menjadi Murid
Rp85.000Guru yang tetap menjadi murid mengajak pembaca menelusuri makna pendidikan dari sisi yang paling manusiawi. Buku ini berangkat dari kesadaran bahwa manusia tidak pernah berhenti menjadi murid setinggi apa pun ilmunya, ia terus belajar dari kehidupan, kesalahan, dan perjumpaan dengan sesama. Pada saat yang sama, setiap orang juga sedang belajar menjadi guru, setidaknya bagi dirinya sendiri dan lingkungan sekitarnya.
Melalui refleksi pendidikan Islam, ayat-ayat Al-Qur’an, Hadis Nabi ﷺ, serta hikmah para ulama seperti Ibnu ‘Athaillah dalam Al-Hikam, buku ini menjembatani nilai-nilai klasik dengan realitas pendidikan modern. Ditulis dengan bahasa reflektif yang hangat dan mudah dipahami, buku ini mengajak pembaca berhenti sejenak dari hiruk-pikuk target dan angka, untuk kembali merenungi makna pendidikan sejati sebuah proses pembentukan manusia menuju kedewasaan, hikmah, dan kedekatan kepada Allah.
-
(0)By : Muhammad Lutfi
Khianat
Rp70.000Cinta kadang membuat sakit. Dalam kesakitan itu ada yang hilang. Entah kenangan atau rindu. Tapi begitulah dunia. Jika dicintai kehilangan pun serasa cemas dan lenyap sudah. Begitulah cinta dan penghianatan
-
(0)
Merdeka Dalam Kata | Antologi Spesial Kemerdekaan
Rp90.000Dalam buku ini, kemerdekaan tidak hanya bicara tentang sejarah dan perjuangan para pahlawan, tetapi juga tentang suara-suara kecil yang sering terabaikan: luka yang sembuh perlahan, keputusan yang memerdekakan batin, hingga keberanian menulis kisah hidup sendiri.
Merdeka dalam Kata menghimpun cerita pendek dari berbagai penulis Indonesia yang menafsirkan arti “merdeka” dari berbagai sudut pandang dari perjuangan individu melawan trauma, konflik batin dalam memilih jalan hidup, hingga potret sosial masyarakat yang mencari ruang bebas untuk berpikir dan bermimpi.
Antologi ini bukan hanya perayaan kemerdekaan secara nasional, tapi juga bentuk kebebasan berekspresi lewat karya sastra. Di dalamnya, setiap kata dalah langkah menuju kebebasan.
-
(0)By : Makshom Naqsyaband
Peradaban Palsu
Rp80.000“Peradaban Palsu” menertawakan kita semua yang menjadikan spiritualitas sebagai konten, doa sebagai sinematik, guru sebagai influencer, dan hening sebagai filter aesthetic. Retret batin berubah jadi piknik glamping. Dzikir berubah jadi hashtag. Tuhan? Masih disebut, tapi lebih sering dijadikan caption.
-
(0)By : Cecep Saefudin
Teror Buncul: Dendam Arwah Curug Bening
Rp85.000Mimpi buruk itu selalu datang seorang gadis berambut panjang memanggil Sandi, memohon pertolongan dalam bahasa yang tak ia mengerti. Saat sekelompok alumni SMA Bahari berlibur ke Curug Bening, tempat yang pernah menjadi lokasi kematian pamannya, teror itu menjelma nyata. Malam-malam di antara kabut dan gemuruh air terjun berubah menjadi mimpi yang hidup; satu per satu di antara mereka mulai merasakan kehadiran sesuatu yang tak terlihat.
















