Guru yang tetap menjadi murid mengajak pembaca menelusuri makna pendidikan dari sisi yang paling manusiawi. Buku ini berangkat dari kesadaran bahwa manusia tidak pernah berhenti menjadi murid setinggi apa pun ilmunya, ia terus belajar dari kehidupan, kesalahan, dan perjumpaan dengan sesama. Pada saat yang sama, setiap orang juga sedang belajar menjadi guru, setidaknya bagi dirinya sendiri dan lingkungan sekitarnya.
Melalui refleksi pendidikan Islam, ayat-ayat Al-Qur’an, Hadis Nabi ﷺ, serta hikmah para ulama seperti Ibnu ‘Athaillah dalam Al-Hikam, buku ini menjembatani nilai-nilai klasik dengan realitas pendidikan modern. Ditulis dengan bahasa reflektif yang hangat dan mudah dipahami, buku ini mengajak pembaca berhenti sejenak dari hiruk-pikuk target dan angka, untuk kembali merenungi makna pendidikan sejati sebuah proses pembentukan manusia menuju kedewasaan, hikmah, dan kedekatan kepada Allah.










Reviews
There are no reviews yet.